Posts tagged Add new tag

Mengentaskan Kali Surabaya dari Pencemaran

Kualitas Air Kali Brantas Menurun (Metropolis, 5/10). Indikatornya, kandungan oksigen terlarut (KOT) dalam air sepanjang tahun ini selalu di bawah standar peruntukannya.

KOT merupakan standar utama kualitas air sungai. Untuk Kali Brantas dan Kali Surabaya, KOT tidak boleh kurang dari 3,5 mg/l. Namun, Pantauan Perum Jasa Tirta menunjukkan KOT Kali Surabaya dan Kali Brantas pada 2008 adalah 0,04 mg/l. Padahal, 95 persen bahan baku PDAM yang menyuplai 400 ribu konsumen di Kota Surabaya berasal dari Kali Surabaya.

Sepuluh tahun terakhir, masyarakat Metropolis selalu disuguhi informasi tingginya tingkat pencemaran di Kali Brantas dan Kali Surabaya. Pada Oktober 2007, PDAM bahkan tidak dapat beroperasi selama 4 hari karena tingkat pencemaran menjadikan air sungai tidak layak dijadikan bahan baku air minum.

Tingginya tingkat pencemaran itu tidak lepas dari lemahnya mekanisme pengendalian dan pengawasan pencemaran air serta rendahnya komitmen industri untuk mengolah limbah cair sebelum dibuang ke sungai. Tidak berlebihan jika Budiharto Tasmo, anggota Komisi D DPRD Jatim, mendesak pemerintah meningkatkan upaya pengendalian Kali Surabaya (Metropolis, 5/10).

Namun, desakan itu terasa basi. Sebab, saat ini, telah terjadi kemajuan yang diusahakan oleh berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas air Kali Surabaya. Komunitas kader lingkungan di Jambangan, misalnya, berhasil mengurangi volume sampah dengan menekan kebiasaan warga bantaran kali membuang sampah di Kali Surabaya. Selain itu, saat ini telah terbangun komitmen stakeholder Kali Surabaya untuk revitalisasi kualitas air Kali Surabaya. Penulis mencatat lima perubahan dalam rangka pengentasan Kali Surabaya dari pencemaran.

Pertama, meningkatnya komitmen masyarakat industri untuk mengolah limbah cair. Komitmen ini berdampak pada peningkatan kinerja instalasi pengolahan air limbah (IPAL) industri di sepanjang Kali Surabaya. Hasil kajian kinerja IPAL industri dan status mutu air kali pada paro tahun 2005-2006, yang dirilis pada 2007 oleh Bapedal Provinsi Jatim, menunjukkan peningkatan 64 persen ketaatan industri dalam pengolahan air limbah dan penurunan tingkat pelanggaran hingga 50 persen.

Hasil penilaian kinerja itu adalah salah satu indikasi kemauan pihak industri untuk terlibat dalam peningkatan kualitas air Kali Surabaya. Komitmen itu, rupanya, bukan hanya terjadi pada tingkat provinsi. Itu terlihat pada penilaian Proper (Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup pada 2007-2008 di lima industri penyumbang terbesar limbah Kali Surabaya (80 persen kontributor pencemar Kali Surabaya). Penilaian itu memperlihatkan, empat industri mengalami peningkatan peringkat dari industri kategori hitam (sengaja tidak melakukan pengelolaan lingkungan dan berpotensi mencemari lingkungan) menjadi kategori merah/biru (telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku)

Kedua, berjalannya penegakan hukum bagi pencemar. Selama kurun 2002-2007, banyak dilakukan penegakan hukum bagi industri pencemar. Tercatat 50 kasus pencemaran pidana lingkungan telah disidik oleh Polda Jatim.

Umumnya, industri yang telah divonis bersalah memilih memperbaiki IPAL mereka daripada menghadapi upaya penegakan hukum yang lama dan memerlukan biaya eksternal tinggi. Publikasi media massa tentang pelanggaran yang dilakukan industri juga membuat kalangan industri khawatir brand image mereka di masyarakat menjadi buruk, terlebih industri perseroan terbuka yang tergabung dalam bursa efek.

Ketiga, adanya landasan hukum pengelolaan sungai. Pemprov Jatim bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta 1 dan ITS Surabaya saat ini menghitung daya tampung beban pencemaran (DTBP) di Kali Surabaya. Dengan itu, kita akan mengetahui berapa besar volume dan karakter limbah cair yang boleh dibuang di Kali Surabaya. Hasil pengukuran itu akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan kelas peruntukan dan pengelolaan air Kali Surabaya dalam bentuk pergub.

Keempat, munculnya ketegasan Pemprov Jatim dalam tata ruang Kali Surabaya. Salah satunya, rencana relokasi industri bagi industri di bantaran Kali Surabaya, yang telah ditetapkan dalam Perda Stren Kali tentang Penataan Sempadan Sungai Kali Surabaya dan Kali Wonokromo. Perda itu memberikan tenggang waktu dua tahun bagi industri yang berdiri dalam jarak 50 meter dari bibir sungai (khususnya di wilayah Kota Surabaya) untuk membongkar bangunannya. Bila perda ini dilaksanakan, akan terjadi peningkatan kualitas air Kali Surabaya.

Kelima, lahirnya landasan hukum ulama. MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa haram bagi kegiatan manusia yang membuang limbah industri dan limbah domestik di atas Kali Surabaya. Masyarakat yang tinggal di Sepanjang Kali Surabaya adalah komunitas yang paternalistik, memiliki kepatuhan kepada tokoh masyarakat atau ulama. Lahirnya fatwa itu diharapkan dapat mereduksi volume limbah domestik.

Fatwa MUI itu juga mendesak Pemprov Jatim menegakkan hukum bagi pencemar. Sebagai konsekuensi fatwa MUI Jatim tersebut, Pemprov Jatim harus menyediakan sarana sanitasi bagi warga yang tinggal di bantaran Kali Surabaya dan tidak memiliki sarana MCK. Itu sejalan dengan kewajiban penyediaan sarana sanitasi bagi masyarakat yang diatur dalam PP 82/2001 tentang pengendalian pencemaran air.

Dengan lima perubahan tersebut, anggota Komisi D DPRD Jatim seharusnya bisa berbuat lebih baik daripada sekadar mendesak pemerintah mengawasi limbah. DPRD harus mengawasi kinerja instansi Pemprov Jatim dalam mengendalikan pencemaran di Kali Brantas. Misalnya Bapedal Jatim, Dinas Pengairan, dan Perum Jasa Tirta 1 Malang. Sebab, sering kita sering lihat kasus pencemaran berlarut-larut karena ketidaksinkronan antara ketiga instansi ini. Masih ada waktu untuk mengentaskan Kali Surabaya dari pencemaran. (soe)
 (tulisan ini diunduh dari http://www.jawapos.com/sabtu.18.Oktober.2008)

Leave a comment »

Adopsi Kali Surabaya

Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) Berinisiatif menjalankan program ADOPSI KALI SURABAYA karena tingginya tingkat pencemaran air Kali Surabaya yang menjadi 95% bahan baku PDAM kota Surabaya. Wilayah Kali Surabaya mencakup Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya sepanjang 42 Km dari Pintu air Mlirip Mojokerto hingga Pintu Air Jagir Wonokromo.

Dari kajian yang kami lakukan pada tingkat Pencemaran Air Kali Surabaya,  menyimpulkan bahwa

A.      Kali Surabaya mengalami kelebihan beban pencemaran, sehingga melebihi daya tampung Kali Surabaya, sehingga meskipun volume limbah yang dibuang dikali Surabaya dikurangi 50% dari volume yang ada sekarang kualitas air Kali Surabaya masih belum memenuhi standar peruntukkannya. Saat ini setiap hari 74 ton BOD dibuang di Kali Surabaya.

B.      Tingginya tingkat pencemaran Logam berat Merkuri di Kali Surabaya,  pada beberapa lokasi  di Kali Surabaya tingkat pencemaran Merkuri menunjukkan 0,09 mg/L atau 90 Kali Lipat dari standar ketentuan tentang peruntukkan kelas air sebagai bahan baku air minum sebesar 0,001 mg/L.

C.     Tingginya tingkat kontaminasi bakteri E-Coli , Bakteri E-Coli umumnya berasal dari kotoran manusia. Bakteri E-Coli di Karang Pilang dan Ngagel/jagir mencapai 64000 sel bakteri/100 ml contoh air, sedangkan di intake Kali Pelayaran E-Coli di air mencapai 20000 sel bakteri/100 ml contoh air, Padahal sebagai bahan baku air minum jumlah E-Coli dalam air tidak boleh melebihi 1000 sel bakteri/100 ml contoh air

Sumber pencemaran di Kali Surabaya  berasal dari pemukiman dan industri yang berada di Bantaran Kali Surabaya dan Daerah Aliran Sungai Surabaya.

Bangunan-bangunan seperti tempat usaha, tempat tinggal, pabrik dan mess karyawan yang ada umumnya berdiri diatas lahan sempadan  kali yang seharusnya berfungsi sebagai kawasan lindung sebagaimana diatur dalam Kep Gub 134/1997 tentang peruntukkan tanah pada daerah sempadan sungai Surabaya yang melarang berdirinya bangunan diatas tanah bantaran, sebagaimana diatur dalam pasal 5 :

Pada daerah sempadan sungai dilarang :

(b). Mendirikan bangunan permanen untuk hunian atau tempat usaha.

Dan mengacu pada perlindungan kawasan sempadan sebagai kawasan lindung yang telah diatur dalam UU 41/1999, PP 47/1999, Keppres 32/1990, (kota: PP 63/2002, & Permendagri 1/2007)

KEKUATAN DAN EFEKTIVITAS ADOPSI BANTARAN KALI SURABAYA

Menggunakan pendekatan Unik

          School Innitiative to save Biodiversity, Penyelamatan keanekaragaman hayati dan fungsi ekologis riparian oleh Sekolah-sekolah (SMP-SMA) di Kawasan DAS melalui penguatan kapasitas sekolah dalam melakukan penelitian dan mengemasnya menjadi media informasi dan pendidikan

          Children can makes Different,Program ini didesain untuk mudah dilakukan oleh siapa saja dan memberikan kesempatan utama kepada Anak/pelajar dapat melakukan perubahan pada lingkungannya,

          Relawan Kali Brantas, Dalam proses penguatan kapasitas sekolah Relawan yang terdiri dari mahasiswa pendamping  berperan sebagai motivator yang  merangsan timbulnya interaksi intensif dan mekanisme konsultasi/sharing informasi berkala antara Sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, BUMN, komunitas masyarakat sungai dan jurnalis sekaligus sebagai sarana monitoring dan evaluasi

          Multistakeholder, melibatkan beragam stakeholder : Dukungan Pemerintah (legislative dan executive) sebagai legal status program ini, dukungan perguruan tinggi, assosiasi profesi dan LSM dalam capacity building, dukungan masyarakat bantaran sungai, dan industry.

(i)          Melibatkan multistakeholder dan memberikan keuntungan bagi stakeholder

          Komunitas /masyarakat sekitar DAS, Children can makes Different,Program ini didesain untuk mudah dilakukan oleh siapa saja dan memberikan kesempatan utama kepada Anak/pelajar dapat melakukan perubahan pada lingkungannya, sehingga akan memunculkan pesan Anak-anak saja mampu melakukan kenapa orang dewasa tidak?

          Sekolah,  Domino Effect,program ini memiliki fungsi ganda,

a. pemanfaatan bantaran kali sebagai Media belajar dan laboratorium sekolah, saat ini di Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya topic lingkungan hidup sudah masuk dalam kurikulum sebagai mata pelajaran monolithic maupun terintegrasi dalam mata pelajaran lainnya, selain itu pemerintah juga melaksanakan program adiwiyata yang menuntut sekolah memiliki misi untuk ikut melakukan upaya-upaya pengelolaan lingkungan dan berusaha untuk menjadi solusi bagi masalah lingkungan disekitar sekolah, program ini tentu akan menjadi menarik minat sekolah untuk mengimplementasikannya.

b. Program adopsi Sungai secara langsung akan memberi manfaat terjaganya bantaran kali dari pemanfaatan non-konservasi seperti menjadi tempat pembuangan sampah atau bangunan.

c. membangun brand image sekolah/peluang menjadi sekolah percontohan

d. media promosi bagi sekolah

          Pemerintah, Monitoring pemanfaatan bantaran,  selama ini Pemerintah merasa kesulitan dalam melakukan pengawasan pemanfaatan bantaran. Dengan program ini akan terbangun mekanisme pelaporan apabila terjadi pelanggaran pemanfaatan bantaran.

          Perguruan tinggi, tempat implementasi ilmu pengetahuan, wahana riset, implementasi tridarma perguruan tinggi

          Journalis, jaringan multistakeholder, mendapatkan gudang berita dan narasumber lingkungan

          Komunitas, menerima transfer pengetahuan dan dengan terjaganya fungsi ekologis bantaran maka membawa dampak terjaganya kualitas lingkungan tempat masyarakat tinggal

(ii)         Implementatif dan berkelanjutan

Simbiose mutualisme

Terbangunnya partnership antara Pemerintah dengan stakeholderlainnya terutama sekolah dan komunitas untuk mengamankan fungsi ekologis bantaran sungai sedangkan sekolah membutuhkan bantaran untuk media pendidikan lingkungan

Suistainable Network

Sunrise house Forum, sebagai jaringan antara stakeholder yang memiliki agenda pertemuan rutin setiap dua minggu yang berperan sebagai capacity builder dan sarana Monitoring evaluasi dan forum ini akan terus eksis meskipun program berakhir

Suistainable Support

Di Indonesia sedang dilakukan implementasi CSR, awalnya baru industry Multinasional yang melakukannya dan saat ini banyak industry di Jawa Timur yang akan implementasi namun masih mencari bentuk CSR yang effektif, program adopsi bisa menjadi pilihan utama CSR di Jawa Timur

Legal Support

Program ini dilengkapi dengan MoU dan sertifikat pihak pelaksana oleh pemerintah.

 

(iii)       6 Nilai manfaat Program Adopsi

Open Mind, Membuka mata semua pihak tentang potensi Keanekaragaman hayati, sehingga setelah mengetahui dan mengenal akan muncul spirit untuk mencintai. Menjaga bantaran Sungai selain sudah berpartisipasi dalam menyelamatkan keanekaragaman hayati juga meningkatkan pengetahuan kita tentang keanekaragaman hayati eksosistem sungai.

Equality, jembatan sharing informasi/mekanisme knowledge transfer yang efektif antara Stakeholder

Common responsibility, Menjaga keanekaragaman hayati sumberdaya alam menjadi kewajiban bersama melalui mekanisme monitoring partisipatif.

River as a Life laboratory, Sungai bisa menjadi sarana pembelajaran yang kongkret, aplikatif, terjangkau dan membawa manfaat bagi lingkungan sungai.

Nature Guardian School,  sekolah dapat berperan sebagai penyelamat keanekaragaman hayati dan pelindung sumberdaya alam.

Relawan’s  power, tersusunya informasi keanekaragaman hayati sungai dan Panduan-panduan penyelamatan sungai yang disusun oleh pelajar dan mahasiswa pendamping. Yang tentunya sederhana dan mudah dimengerti seperti cahaya matahari pagi yang mudah dirasakan manfaatnya oleh manusia dan sangat mudah bagi kita untuk menerimanya.

(iv)       Memotivasi

                    1.  Merangsang orang untuk secara bijaksana memanfaatkan bantaran sungai

                    2. Meningkatkan pemanfaatan bantaran secara ramah/organic (Budidaya tumbuhan obat, ,                                           3. sayuran, tanaman langka, tanaman buah, composting dan ekowisata.

                    4. Metode belajar dialam

 

pelajar SMPN 1 Wringinanom inventarisasi tumbuhan obat bantaran kali surabaya

pelajar SMPN 1 Wringinanom inventarisasi tumbuhan obat bantaran kali surabaya

 

 

Leave a comment »